Minggu, 21 Juni 2015

Pragmatisme dalam Pemekaran Daerah

Oleh: Rasyid Widada

Sejak reformasi bergulir hingga terakhir dilakukannya pemekaran daerah baru pada Oktober 2014, pemerintah telah melakukan 223 pemekaran daerah. Dengan demikian secara keseluruhan sudah terdapat 542 daerah otonom, terdiri dari: 34 provinsi, 415 kabupaten, dan 93 kota. Namun, dalam perkembangannya banyak sekali daerah hasil pemekaran yang dinilai berkinerja buruk. Evaluasi yang dilakukan Direktorat Jenderal Otonomi Daerah Kementerian Dalam Negeri (2011) terhadap 205 daerah hasil pemekaran yang terbentuk antara tahun 1999-2009 (terdiri atas 164 kabupaten, 34 kota, dan 7 provinsi) menyimpulkan bahwa masih sekitar 70 persen daerah pemekaran dinilai belum berhasil. Hasil evaluasi tersebut senada dengan evaluasi yang dilakukan Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) bekerjasama dengan United Nations Development Programme (UNDP) pada 2008 yang menemukan bahwa secara umum daerah otonom baru masih tertinggal.

Selasa, 09 Desember 2014

Setelah Dirimu Pergi

kerinduan ini tidak juga luruh
sejak dirimu meninggalkanku jauh
dan tidak mungkin kembali bersauh
di dermaga hidupku yang masih rapuh

hanya mendoakanmu ku bisa teguh
dan wajahmu pun hadir tersenyum teduh
menyejukkan dayaku yang kadang melepuh
saat letih menahan hampa dan keluh

Sabtu, 22 November 2014

Antara yang Haq dan Batil

Disebutkan di sebuah pondok pesantren tengah mengadakan penerimaan santri baru.. Setiap calon santri yang ingin menimba ilmu di sana diwajibkan membawa sekarung beras untuk bekal awal mereka menimba ilmu di pondok pesantren tersebut. Saat itu memang belum ada biaya nyantri dalam bentuk uang.

Di hari yang telah ditentukan, para calon santri dikumpulkan di halaman depan masjid pondok pesantren.. Mereka semua berkumpul sambil membawa perlengkapan dan bekal masing-masing yang dibawa dari rumah.


Setelah diberi sambutan selamat datang dari salah satu ustadz, tibalah saat kyai pimpinan pondok memberi wejangan iftitah (pembuka).. Tanpa banyak basa-basi, Pak Kyai kemudian memerintahkan para santri baru membuka karung beras mereka masing-masing..


"Anak-anakku, setelah kalian buka karung beras kalian, saya minta kalian cari dan ambil dua genggam pasir dan bawa lagi kemari.." perintah Pak Kyai.. Para santri pun langsung bergegas menyebar untuk mencari dan mengambil dua genggam pasir. Setelah mendapatkan pasir yang dimaksud, mereka pun kembali ke lapangan dan berdiri di dekat karung beras mereka.

Selasa, 18 November 2014

Cobalah Lagi, Sekaliii Saja..

Suatu saat ada seorang pemuda ingin mencoba memulai mencari nafkah untuk memenuhi kebutuhannya sendiri. Setelah berjalan berkeliling di desanya dia pun menjumpai seorang kakek tua yang tengah bekerja memecah batu di tepian sungai.. Dengan tubuh yang mulai renta, kakek tersebut masih cukup kuat untuk memukuli batu besar menjadi pecahan batu-batu yang lebih kecil.. Pecahan batu-batu kecil (split) itu kemudian dikumpulkan untuk nantinya setiap akhir pekan dibeli toko bangunan yang ada di kota.

“Ah, ini sepertinya cocok buatku untuk mulai bekerja mencari nafkah.. Kaket tua itu pasti membutuhkan pemuda seperti diriku yang masih memiliki tenaga yang kuat,” pikir sang pemuda. Lalu dia pun memberanikan diri untuk menemui kakek pemukul batu tersebut dan menyampaikan maksudnya..

Benar dugaan sang pemuda tadi, ternyata kakek pemukul batu memang sedang membutuhkan tambahan tenaga baru untuk memenuhi pesanan toko bangunan yang akhir-akhir ini semakin meningkat. Lalu kakek pemukul batu tadi meminta sang pemuda untuk memilih sendiri palu yang akan digunakannya untuk bekerja.. Kakek pemukul batu punya beberapa macam palu besar yang diletakkan di gubuk kecil tidak jauh dari pinggir sungai tempat kakek bekerja.

Kamis, 13 November 2014

Romansa Paruh Baya

tidak mengapa sesekali waktu..
aku berdiri di luar pagar hatimu..
menghadirkan kembali debar syahdu..
seperti pertama kau membukakan pintu..